INDONESIA DARURAT SDM

JAKARTA – Indonesia dalam keadaan darurat sumber daya manusia (SDM) khususnya tenaga kerja profesional yang memiliki keterampilan dan kompetensi kerja serta berdaya saing tinggi dalam pasar kerja. Hal itu diungkapkan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar.

Kebijakan peningkatan SDM Indonesia masih berkutat pada wajib belajar usia 6-9 tahun, padahal hal itu tidak akan mampu meningkatkan kompetensi kerja SDM Indonesia dalam menyongsong Asean Economic Community (AEC).

“Kondisinya sedang darurat. Tenaga kerja terlatih jauh lebih utama dibandingkan dengan tenaga kerja terdidik. Oleh karena itu dibutuhkan lembaga pelatihan dan peningkatan kualitas kurikulum pelatihan ketimbang lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan yang belum siap kerja,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (30/10).

Muhaimin mengatakan, pendidikan setinggi apapun apabila tidak disertai kompetensiyang tinggi, akan dikalahkan oleh tenaga kerja yang terampil dan terlatih, sekalipun hanya memiliki ijazah jenjang pendidikan lebih rendah.

Muhaimin mengatakan bahwa pada era dibukanya pasar barang & jasa tingkat ASEAN, yang disebut dengan Asean Economic Community (AEC) 2015, maka keluar masuknya tenaga kerja antar negara ASEAN tidak terbendung lagi untuk saling berkompetisi merebut lapangan pekerjaan.

"Bagi tenaga kerja dari negara AEC yang memiliki kompetensi kerja yang lebih tinggi daripada anggota lainnya tentunya akan memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan keuntungan ekonomi di dalam AEC. Ini yang harus diwaspadai SDM Indonesia setahun ke depan," kata Muhaimin.

Sumber : http://www.investor.co.id/home/menakertrans-indonesia-darurat-sdm/71714