• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg
  • 7.jpg
  • 20141118_102404.jpg
  • ELTIBIZ.JPG
  • FOTO 1 NO NOISE.jpg
  • FOTO 2 NO NOISE OK.jpg
  • FOTO 3 NO NOISE.jpg
  • IMG_1030.JPG
  • IMG_1036.JPG
  • IMG_1050.JPG
  • IMG_1159.JPG
  • IMG_1184.JPG
  • IMG_1195.JPG
  • IMG_4711.JPG
  • IMG_4716.JPG
  • IMG_8849.JPG
  • IMG_8856.JPG
  • siswa.jpg
  • Staf ELTIBIZ 2015 OK NO NOISE.jpg
  • Wisuda Heboh 2010.jpg
  • WISUDA X ELTIBIZ.jpg

Akan Kemana Anda Setelah Lulus SMA/SMK/MA?

Ada 3 Pilihan Setelah Lulus :

1. Melanjutkan Kuliah 4 - 5 Tahun?

2. Mencari Kerja?

3. Memulai Usaha Sendiri?

 

Tantangannya Adalah :

  1. Kuliah 4 – 5 Tahun Perlu Biaya Relatif Mahal dan Waktu Kelulusan Yang Lama
  2. Mencari Kerja Menjadi Sulit Karena Yang Dibutuhkan Adalah Skill Yang Handal
  3. Memulai Bisnis Memerlukan Intuisi, Mental Sukses & Skill Dasar Bisnis (Marketing & Keuangan)

 Ada Alternatif Lain???

Ada !!!

Ikuti Pendidikan Profesi 1 Tahun di ELTIBIZ.

Biaya Terjangkau, Skill Handal, dan Bisa Berbisnis

 

Terakreditasi !!!

ELTIBIZ Telah Ter-AKREDITASI oleh

  1. LA - LPK (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia)
  2. BAN PNF (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia)
  3. ELTIBIZ juga merupakan Juara III Lembaga Berprestasi Tingkat NASIONAL Tahun 2014

 

Apa Yang Terjadi Dengan Indonesia di 2015? Siapkah Kita?

Tak dapat dihindari lagi mulai 1 Januari 2015 lalu Perdagangan Bebas antar negara ASEAN + 6 Negara akan membuat persaingan tenaga kerja menjadi sangat tinggi. Hal ini terjadi karena 16 negara bebas keluar masuk ke negara lain untuk mencari lapangan pekerjaan.

Pertanyaannya bagaimana caranya agar SDM Indonesia mampu bersaing dengan tenaga kerja asing?

Semata-mata bergantung atau mengandalkan gelar/titel? Gelar/titel tidak akan  banyak membantu dalam meraih pekerjaan apalagi bila yang memegang gelar/titel tidak memiliki kompetensi yang mumpuni. Pasti akan kalah dengan SDM asing yang datang dengan KOMPETENSI.

Mengingat setiap lowongan pekerjaan menuntut kompetensi tertentu. Apalagi sistem pendidikan dan penamaan gelar/titel berbeda-beda di setiap negara. Sehingga tidak mungkin gelar/titel menjadi pertimbangan utama. Hanya KOMPETENSI!

Disinilah KKNI (Kerangka Kualifikasi nasional Indonesia) berperan untuk penyetaraan kompetensi SDM. Baik untuk SDM Indonesia ataupun SDM asing. Pada akhirnya yang ada hanya KOMPETENSI pada level tertentu. Apa yang terjadi bila lulusan pendidikan hanya mengejar gelar/titel sarjana tapi tanpa KOMPETENSI? Siapkah kita tanpa KOMPETENSI?